BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan
Nasional, pada Bab II pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokrati serta bertanggung jawab.
Upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan seakan tidak
pernah berhenti. Banyak agenda yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.
Beragam program inovatif ikut serta memeriahkan reformasi pendidikan. Reformasi
pendidikan merupakan restrukturisasi pendidikan yakni memperbaiki pola hubungan
sekolah dengan lingkungan dan dengan pemeri ntah, pola pengembangan perencanaan
serta pola pengembangan menejerialnya, pemberdayaan guru dan restrukturisasi
model-model pembelajaran. Di sekolah umum, Pendidikan Agama Kristen merupakan
satu bidang studi atau unsur pokok keimanan, ibadat, dengan satu silabi. ptk
pak sd doc
Tujuan umum Pendidikan Agama Kristen adalah meningkatkan
keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang Agama
Kristen, sehingga menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan, berperangai mulia
dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dari hasil observasi, guru masih berfungsi sebagai satu-satunya
sumber informasi pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan
menjadikan peserta didik hanya datang, duduk, diam, dengar, catat dan hafal.
Sehingga proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menjadi monoton dan tidak
menarik bagi peserta didik. Melihat keadaan proses pembelajaran tersebut,
mengakibatkan hasil belajar peserta didik masih rendah. Karena apa yang
disampaikan oleh guru tidak sampai pada peserta didik.download ptk pak sd
terlengkap
Tujuan setiap proses belajar mengajar adalah diperbaikinya hasil
belajar yang optimal. Hal ini akan dicapai apabila peserta didik terlibat
secara aktif baik fisik, mental, maupun emosi. Proses pembelajaran komponen
utamanya adalah guru dan siswa. Proses pembelajaran berhasil, guru harus
membimbing siswa sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengembangkan
pengetahuan sesuai dengan struktur pengetahuan mata pelajaran yang di pelajari.
Di samping guru memahami sepenuhnya materi yang diajarkan, guru juga dituntut
mengetahui secara tepat posisi pengetahuan siswa pada awal mengikuti pelajaran.
Dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan untuk mempermudah
pemahaman pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pokok bahasan Manusia sebagai
mahkota ciptaan Allah, maka di perlukan cara yang tepat agar peserta didik
lebih mudah memahami pokok bahasan tersebut. Sehingga hasil belajar peserta
didik dapat ditingkatkan.
Salah satu upaya yang akan di tawarkan oleh peneliti untuk
meningkatkan perhatian peserta didik dan kualitas pengajaran guru tersebut
adalah metode pembelajaran Reading Guide. Dengan metode pembelajaran Reading
Guide ini diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang kondusif. Metode
pembelajaran Reading Guide ini bertujuan untuk memudahkan peserta didik lebih
terfokus dan memudahkan peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan
oleh guru. Sehingga hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan.
Pada pembelajaran Reading Guide ini setiap peserta didik
mendapatkan bacaan, yang mana bacaan tersebut membimbing jawaban pertanyaan
atau kisi-kisi yang ada. Dengan diberi bacaan kepada setiap peserta didik
diharapkan dapat berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Konsentrasi berarti
memusatkan perhatian kepada situasi belajar tertentu. Menghimpun dan
mencurahkan segenap daya mental untuk mempelajari sesuatu berarti merupakan
belajar yang sebenarnya. Makin kuat konsentrasi, makin efektiflah belajar itu.
Berangkat dari pokok permasalahan di atas, penulis tertarik
untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Penerapan Metode Pembelajaran
Reading Guide untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Pokok Bahasan Manusia sebagai mahkota
ciptaan Allah Kelas V SDN ......... tahun pelajaran 2016/2017”.
B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah - pahaman dalam memahami judul
tersebut dan demi menghindari dari bermacam-macam penafsiran Penelitian yang
berjudul ”Penerapan Metode Pembelajaran Reading Guide untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Pokok
Bahasan Manusia sebagai mahkota ciptaan Allah Kelas V SDN ..... tahun pelajaran
2016/2017”.
1. Penerapan
Menurut Kamus Umum bahasa Indonesia, contoh proposal ptk pendidikan agama kristen sdpenerapan
artinya pengenaan atau perihal mempraktekkan.
2. Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru
sedemi ki an rupa sehi ngga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang
lebih baik.
3. Reading Guide
Reading Guide (penuntun bacaan) merupakan salah satu strategi
pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang di dalamnya guru memberikan bacaan
dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang sesuai dengan materi yang akan
disampaikan. Seluruh peserta didik mempelajari bahan bacaan tersebut dengan
menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Kemudian guru membahas
pertanyaan atau kisi-kisi tersebut dengan menanyakan jawaban kepada peserta
didik. Pada akhir pembelajaran guru memberi penjelasan secukupnya. Guru
melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tinjak lanjut.
Tujuan dari penerapan strategi ini adalah membantu peserta didik
lebih mudah dan terfokus dalam memahami suatu materi pokok.contoh ptk pak sd
doc
4. Meningkatkan
Menurut Kamus Bahasa Indonesia meningkatkan artinya menaikkan
atau menambahkan yaitu yang asalnya tidak tahu menjadi tahu.
5. Hasil Belajar
Belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke
perkembangan pri badi seutuhnya. Belajar akan membawa suatu perubahan pada
individu-individu yang belajar. Perubahan tidak hanya berkaitan dengan
penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan,
sikap, pengertian, minat, watak dan penyesuaian diri. contoh proposal ptk pendidikan agama kristen sdJelasnya
menyangkut organisme dan tingkah laku pribadi seseorang.
Hasil belajar merupakan suatu kapabilitas (kemampuan) berupa
keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai seseorang setelah melakukan kegiatan
pembelajaran. Jadi dengan kata lain hasil belajar merupakan hasil yang di
peroleh peserta didik melalui usaha (pengalaman dan latihan) dalam mempelajari
pokok bahasan tertentu yang dialami atau dirancang.
6. Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada
jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik yang dimaksud
dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas V SDN ........ tahun pelajaran
2016/2017”.
7. Pendidikan Agama Kristen ( Pendidikan Agama Kristen )
Pendidikan Agama Kristen adalah usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik dalam meyakini, memahami, mengahayati dan mengamalkan agama
Kristen melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan.
Pendidikan Agama Kristen di sini merupakan bidang studi yang
diajarkan di SDN ....... kelas V yang memuat beberapa aspek.
B.DOWNLOAD
PTK AGAMA KRISTEN SD TERBARU WORD ..
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
1. Metode Pembelajaran Reading Guide
a. Pengertian Metode Pembelajaran Reading Guide
Ditinjau dari segi etimologi (bahasa), metode berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “methodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha”
yang berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara.
Maka methode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tuj uan.
Pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh guru
untuk membelajarkan peserta didik dalam belajar bagaimana memperoleh dan
memproses pengetahuan , ketrampilan dan sikap.
Metode Reading Guide adalah metode yang memandu peserta didik
untuk membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan
diajarkan dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan
memberi pertanyaan yang membahas seputar materi yang telah dibaca peserta
didik.ptk agama kristen gratis
Dengan metode pembelajaran Reading Guide contoh proposal ptk pendidikan agama kristen sdini
diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang kondusif. Metode pembelajaran
Reading Guide ini bertujuan untuk membantu peserta didik lebih terfokus dan
mudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Melihat dari faktor
internal yang mempengaruhi prestasi belajar, salah satunya adalah perhatian
peserta didik dalam pembelajaran, maka di sini penulis menawarkan metode
pembelajaran Reading Guide untuk memfokuskan perhatian peserta didik supaya
dapat berkonsentrasi penuh dan mudah memahami pelajaran yang di sampaikan oleh
guru. Konsentrasi berarti memusatkan perhatian kepada situasi belajar tertentu.
Menghimpun dan mencurahkan segenap daya mental untuk mempelajari sesuatu
berarti merupakan belajar yang sebenarnya. Makin kuat konsentrasi, makin
efektiflah belajar itu. Dengan konsentrasi dan pemahaman peserta didik maka
prestasi belajar akan meningkat.
b. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Reading Guide
Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Reading Guide
sebagai berikut :
a. Guru menentukan bacaan yang akan dipelajari oleh peserta
didik.
b. Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat diisi oleh
peserta didik dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
c. Guru membagi bahan bacaan dengan pertanyaan kepada peserta
didik
d. Guru memerintahkan peserta didik untuk mempelajari bahan
bacaan tersebut dengan menggunakan pertanyaan yang ada. Guru juga membatasi
aktivitas tersebut sehingga tidak menghabiskan waktu yang berlebihan
e. Guru membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan
menanyakan jawaban kepada peserta didik
f. Pada akhir pembelajaran guru memberi ulasan atau
penjelasan secukupnya.
g. Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.
2. Hasil Belajarcontoh proposal ptk pendidikan
agama kristen sd
a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar adalah aktivitas yang dilakukan individu secara sadar
untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai
hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Menurut beberapa tokoh
ahli pendidikan mengartikan belajar sebagai berikut:
a. Drs. Slameto juga merumuskan belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk memperol eh suatu perubahan ti ngkah laku
yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu sendiri dalam
interaksi dengan li ngkungannya.
b. Belajar menurut Winkel sebagaimana yang dikutip oleh
Purwanto adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
keterampilan, dan sikap.
c. Cronbach, sebagaimana dikutip oleh Sardiman mengatakan:
learning is shown by a change in behavior as a result of experience, belajar
adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman sebel umnya.
Dari pendapat-pendapat diatas, belajar merupakan suatu kegiatan
yang dilakukan dengan meli batkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga sehingga dapat
disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu
dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki
seseorang setelah ia menerima pengalaman. Penilaian hasil belajar adalah
kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses belajar dan
pembelajaran telah berjalan efektif. Keefektifan pembelajaran tampak pada
kemampuan peserta didik mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dari
segi guru, penilaian hasil belajar akan memberikan gambaran mengenai keefektifan
mengajarnya, apakah model dan media yang digunakan mampu membantu peserta didik
mencapai tujuan belajar yang ditetapkan. Menurut beberapa tokoh ahli pendidikan
mengartikan prestasi atau hasil belajar sebagai berikut:
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata menyatakan hasil belajar atau
prestasi belajar adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan
potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.
Sedangkan menurut Mulyono Abdurrahman, prestasi belajar adalah
kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.
H. Abin Syamsuddin, dalam buku psikologi kependidikan
mendefinisikan prestasi atau hasil belajar peserta didik adalah:
1) daya atau kemampuan seseorang untuk berfikir dan berlatih
ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu dan kegiatan pembelajaran di
sekolah;
2) prestasi belajar tersebut terutama dinilai aspek
kognitifnya (transferable) karena yang bersangkutan dengan kemampuan peserta
didik dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa,
dan evaluasi;
3) prestasi belajar peserta didik dibuktikan dan ditunjukkan
melaluinila atau angka nilai dari hasil evaluasi yang di lakukan oleh guru
terhadap tugas peserta didik dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya.contoh proposal ptk pendidikan agama kristen sd
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi atau
hasil belajar adalah kemampuan yang di miliki peserta didik dari pengalaman
belajarnya yang diperoleh dari hasil usahanya dalam menyelesaikan tugas-tugas
belajarnya.
b. Aspek-aspek hasil belajar
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas mengenai hasil belajar
dapat disimpulkan, bahwa hasil belajar mencakup tiga aspek antara lain: ranah
kognitif, ranah afektif (sikap dan nilai), dan ranah psikomotorik.
a. Ranah kognitif
Ranah kognitif membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan
hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan atau
ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Pada tingkat pengetahuan (knowledge), peserta didik dituntut
untuk mampu mengi ngat (recall) berbagai informasi yang telah diterima
sebelumnya. Hasil belajar berupa pemahaman menuntut peserta didik mampu
menjelaskan dengan susunan kalimat sendiri tentang sesuatu yang di baca atau di
dengarnya. Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau
situasi khusus bisa disebut juga penerapan abstraksi (ide, petunjuk khusus,
teori) dalam situasi baru. Analisis adalah usaha memilah suatu integritas
menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hirarkinya atau susunannya.contoh proposal ptk pendidikan agama kristen sd
Materi Pendidikan Agama Kristen, standar kompetensi yang harus
di capai oleh peserta didik adalah menyebutkan wujud tindakan manusia yang
dapat menunjukkan pemahaman dan pengakuan keberadaan Allah dan Manusia serta
menjelaskan kemahakuasaan Allah yang menyebabkan manusia dapat bergantung
sepenuhnya pada Allah.
Segi kognitif memiliki enam taraf, meli puti pengetahuan (taraf
yang paling rendah) sampai evaluasi (taraf yang paling ti nggi).
1) Pengetahuan (knowledge)
Ciri utama taraf ini adalah ingatan. Untuk memperoleh dan
menguasai pengetahuan dengan baik, peserta didik perlu mengingat dan menghafal.
Tipe hasil belajar ini berada pada taraf yang paling rendah jika di bandingkan
dengan tipe hasil belajar lainnya. Meskipun demikian, tipe hasil belajar ini
merupakan prasyarat untuk menguasai dan mempelajari tipe hasil bela jar lain
yang lebih tinggi. Misal, peserta didik yang ingin menguasai kecakapan shalat,
harus lebih dahulu hafal bacaan-bacaan shalat.
2) Pemahaman (comprehension)
Pemahaman lebih tinggi satu tingkat dari pengetahuan yang
sekedar bersifat hafalan. Pemahaman memerlukan kemampuan menangkap makna dari
sesuatu konsep. Oleh sebab itu, diperlukan adanya hubungan antar konsep dan
makna yang ada di d alamnya.
3) Penerapan (aplikasi)
Aplik asi adalah kesanggupan menerapkan abstraksi dalam suatu
situasi konkret. Abstraksi dapat berupa prosedur, konsep, ide, rumus, hukum,
prinsip, dan teori.
4) Analisis
Analisis adalah kesanggupan mengurai suatu integritas (kesatuan
yang utuh) menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti, sehingga
hirarki nya menjadi jelas. Analisis merupakan tipe hasil belajar yang kompleks,
yang memanfaatkan tipe hasil belajar sebelumnya, yakni pengetahuan, pemahaman,
dan aplikasi. Analisis sangat diperlukan bagi para pelajar sekolah menengah
apalagi di Perguruan Tinggi.contoh ptk agama kristen protestan untuk sd
5) Sintesis
Sintesis adalah lawan analisis. Kalau analisis menekankan
kesanggupan menguraikan suatu integritas menjadi unsur-unsur yang bermakna,
maka sintesis menekankan kesanggupan menyatukan unsur-unsur menjadi satu
integritas.
6) Evaluasi
Evaluasi adalah kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai
sesuatu berdasarkan kriteria yang dipakainya. Tipe hasil belajar evaluasi
menekankan pertimbangan sesuatu nilai, mengenai baik-buruknya, benar-salahnya,
indah-jeleknya, atau kuat¬lemahnya, dan sebagainya, dengan menggunakan kriteria
tertentu. Membandingkan kriteria dengan sesuatu yang nampak, aktual, atau
terjadi akan mendorong seseorang untuk mengambi l putusan tentang nilai sesuatu
tersebut.
b. Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Ada bebera pa
jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar. Receiving/attending
(penerimaan) yakni semacam kepekaan, kesadaran dalam menerima rangsang
(stimulan) yang datang dari luar kepada peserta didik dalam bentuk masalah,
situasi dan gejala Responding/ jawaban yakni reaksi yang di berikan oleh
seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar atau menjawab stimulan yang
datang dari luar kepada dirinya. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai
terhadap gejala atau stimulan. Organis asi adalah pengembangan nilai kedalam
satu sistem organisasi. Karakteristik nilai atau internalisasinilai yakni
keterpaduan semua sistem yang telah di miliki seseorang yang mempengaruhi pola
kepribadian dan tingkah lakunya. Tipe hasil belajar afektif tampak pada peserta
didik dalam berbagai tingkah laku seperti perhatianya terhadap pelajaran,
disiplin, kemauan bekerjasama dengan orang lain, menghargai guru, menghargai
pendapat orang lain, dan motivasi belajar.
C.PTK
AGAMA KRISTEN KURIKULUM 2013 DOC
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode penelitian mengandung prosedur dan cara melaksanakan
verivikasi data yang diperlukan untuk memecahkan masalah atau menjawab masalah
penelitian. Peranaan metodologi penelitian dalam upaya menghimpun data yang
diperlukan dalam penelitian. Dengan kata lain metodologi penelitian akan
memberikan petunjuk bagaimana penelitian dilaksanakan.
1. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada Semester Ganjil tahun
ajaran 2016/2017 pada tanggal 10 November – 30 November 2016. Adapun tempat
penelitian ini adalah di SDN ..........
2. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto populasi adalah keseluruhan subjek
penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa
kelas V SDN ............. yang berjumlah 8 peserta didik.
3. Variabel Penelitian
Adapun variabel penelitian ini ada 2 yaitu :
a. Penerapan metode Reading Guide
Adapun faktor yang ingin di teliti adalah
1) Peserta didik mendengarkan dengan seksama penjelasan guru
2) Peserta didik berkonsentrasi dalam membaca bacaan yang
telah di bagi oleh guru
3) Peserta didik berpartisipasi menjawab pertanyaan
4) Peserta didik menjawab pertanyaan dengan tepat
b. Peningkatan hasil belajar peserta didik pokok bahasan manusia
sebagai mahkota ciptaan Allah
Adapun faktor yang ingin diteliti adalah hasil belajar peserta
didik,. dengan indikator :
1) Peserta didik dapat menjelaskan tentang cara menysukuri
kemahakuasaan Allah
2) Peserta didik dapat menceritakan mujizat Yesus memberi
makan 5000 orang
3) Peserta didik dapat meneladani dan menjelaskan mujizat
Yesus memberi makan 5000 orang
4. Kolaborator contoh ptk agama kristen protestan untuk sd
Kolaborator dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah orang
yang membantu mengumpulkan data-data tentang penelitian yang sedang digarap
bersama-sama dengan peneliti. Di sini peneliti berkolaborasi dengan guru mapel
Pendidikan Agama Kristen di SDN 7 Sungai Bakah.
B. Prosedur Penelitian
Penelitian yang digunakan peneliti yaitu Penelitian Tindakan
Kelas (Action Research). Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu proses yang
memberikan kepercayaan kepada pengembang kekuatan berpikir reflektif, di skusi,
penentuan keputusan dan ti ndakan orang-orang biasa yang berpartisipasi dalam
penelitian untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam
kegiatannya.
Penelitian Tindakan Kelas ini memilih model spiral dari Kemmis
dan Mc Taggart yang terdiri dari beberapa siklus tindakan pembelajaran
berdasarkan refleksi mengenai hasil dari tindakan-tindakan pada siklus
sebelumnya. Setiap siklus tersebut terdiri dari empat tahap yang meli puti
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi) dan refleksi.contoh ptk agama
kristen protestan untuk sd
Gambar 3.1
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari empat tahap.
Adapun langkah-langkah yang akan peneliti lakukan, sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
1). Merencanakan materi pembelajaran yaitu
menysukuri kemahakuasaan Allah, dengan menerapkan metode pembelajaran Reading
Guide.
2). Menyiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) pada materi menysukuri kemahakuasaan Allah, yang telah
direncanakan dan diserahkan pada guru agar dipelajari sesuai yang dikehendaki
oleh peneliti.
3). Menyusun lembar pengamat yang
meliputi: lembar pengamat aktivitas peserta didik dan lembar pengamat guru
dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
4). Menyiapkan format evaluasi yang berupa
tes obyektif.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yaitu menerapkan tindakan yang mengacu pada
skenario Reading Guide, adapun kegiatannya:
1). Guru memberikan informasi awal tentang
jalannya pembelajaran dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan peserta didik
secara singkat dan jelas.
2). Guru menyajikan materi pelajaran (KD:
menysukuri kemahakuasaan Allah)
3). Guru melaksanakan apa yang telah
disepakati setelah melakukan diskusi dengan kolaborator pada tahap perencanaan,
yaitu melaksanakan ti ndakan yang tertera dalam RPP.
4). Guru memotivasi peserta didik untuk
mengerjakan tugas.
5). Guru memberikan tes pada peserta didik
untuk dapat di ketahui keberhasilan pembelajaran pada pertemuan pada siklus I.
c. Pengamatan
Pengamatan terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung
untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik dan mengamati guru dalam
mengelola kegiatan pembelajaran dengan metode Reading Guide, serta mengetahui
kendala yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini
peneliti sebagai observer dan guru Pendidikan Agama Kristen sebagai pengajar.
d. Refleksi
Data-data yang di peroleh dari observasi di kumpulkan, di
analisis dan di diskusikan oleh peneliti dengan kolaborator sebagai dasar untuk
membuat perencanaan pembelajaran siklus II.
2. Siklus II
Setelah melakukan evaluasi tindakan I, maka peneliti mel akukan
ti ndakan II. Pelaksanaan siklus II ini mirip dengan siklus I, pada siklus II
ini merupakan perbaikan siklus I yang didasarkan atas hasil refleksi siklus I.
Adapun pelaksanaannya yaitu :
a. Perencanaan
1). Identifikasi masalah dan penerapan alternatif pemecahan
masalah yang muncul pada siklus I.
2). Meninjau kembali rancangan
pembelajaran yang disiapkan untuk siklus II dengan melakukan revisi yang telah
di sempurnakan sesuai hasil refleksi siklus I.ptk agama kristen gratis
3). Menyusun RPP pada materi menysukuri
kemahakuasaan Allah.
4). Peneliti menyiapkan kembali lembar
pengamatan yang meliputi lembar pengamatan aktivitas peserta didik dan lembar
pengamatan guru dalam kegiatan pembelajaran.
5). Menyiapkan format evaluasi yang berupa
tes obyektif yang diberikan pada akhir siklus.
b. Pelaksanaan Tindakan
1). Guru memberikan download ptk agama
kristen protestan awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas-tugas yang harus
dilaksanakan peserta didik secara singkat dan jelas.
2). Guru menyajikan materi pelajaran (KD
menysukuri kemahakuasaan Allah)
3). Guru melaksanakan apa yang telah
disepakati setelah melakukan diskusi dengan kolaborator pada tahap perencanaan,
yaitu melaksanakan ti ndakan yang tertera dalam RPP.
4). Guru memotivasi peserta didik untuk
mengerjakan tugas.
5). Guru memberikan tes pada peserta didik
untuk dapat di ketahui keberhasilan pembelajaran pada pertemuan siklus II. Tes
pada siklus II ini adalah sebagai penentu berhasil ti daknya penerapan metode
pembelajaran Reading Guide dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
c. Pengamatan
Pengamatan terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung untuk
mengetahui aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dan pengamatan terhadap
guru dalam mengelola kelas dalam pembelajaran, apakah ada peni ngkatan dari
siklus sebel umnya.
d. Refleksi
Semua data-data dari observasi tindakan di kumpul kan dan di
analisis. Setelah akhir siklus II ini di harapkan metode pembelajaran Reading
Guide dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran
Pendidikan Agama Kristen.download ptk agama kristen protestan
C. Metode Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan beberapa metode untuk menggali informasi
yang dibutuhkan. Metode yang dipakai oleh peneliti untuk mendapatkan informasi
tersebut antara lain:
1. Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu metode mencari data mengenai hal-hal
atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah,
prasasti, notulen, rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.
Metode dokumentasi ini digunakan peneliti untuk mengetahui dan
mendapatkan data peserta didik yang menjadi sampel penelitian ini yaitu
Classroom Action Research
2. Observasi
Observasi (obsevation) atau pengamatan merupakan suatu teknik
atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap
kegiatan yang sedang berlangsung. Metode ini digunakan untuk memperol eh data
tentang keadaan kegi atan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran
sehingga dapat diketahui apakah proses pembelajaran berlangsung efektif.
3. Tes
Metode tes merupakan seperangkat rangsangan (stimulus) yang
diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat
dijadikan dasar bagi penentu angka.
Metode ini di gunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil
belajar peserta didik yang telah melakukan pembelajaran Pendidikan Agama
Kristen kelas V SDN ............ dengan Metode Pembelajaran Reading Guide
sebagai evaluasi setelah proses pembelajaran berlangsung dan pada setiap akhir
siklus.ptk agama kristen gratis
D. Metode Analisis Data
Analisis yang digunakan secara umum terdiri dari proses analisis
untuk menghitung prosentase keaktifan peserta didik dan mengetahui tingkat
hasil belajar peserta didik.
1. Data Keaktifan Peserta Didik
Untuk mengetahui seberapa besar keaktifan peserta didik dalam
mengikuti proses belajar mengajar, dilakukan analisis terhadap instrumen lembar
observasi dengan menggunakan tekni k diskriptif dengan prosentase.
Instrumen lembar observasi terdiri dari 4 aspek pengamatan.
Kriteria penilaian untuk tiap 1 aspek : skor 1 keaktifan peserta didik sangat
kurang, skor 2 keakti fan peserta didik kurang. Skor 3 keakti fan peserta didik
cukup, skor 4 keaktifan peserta didik baik, skor 5 keaktifan peserta didik amat
baik, sehingga jumlah skor maksi malnya adalah 20.
D.CONTOH
JUDUL PTK AGAMA KRISTEN TERBARU
DAFTAR PUSTAKA
A.M ,Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar mengajar,
Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Abdurrahman, M ul yono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan
Belajar, Jakarta: Ri neka Ci pta, 1999.
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta:
Rineka Cipta, 2004.
Arikunto, Suharsi mi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek, Jakarta: Rineka Ci pta, 2006.
, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Asnawi r, Usman, M. Basyi ruddi n, Media Pembelajaran, Jakarta:
Ci putat Pers, 2002
Aqi b, Zainal, dkk, Penelitian Tindakan Kelas Untuk SD, SLB, dan
TK, Bandung: Y rama Wi dya, 2009.
Baharuddin, Nur Wahyuni, Esa, Teori Belajar dan Pembelajaran,
Jogjakarta: Ar-Ruzz M edi a, 2009.
Bariroh, Barorotul, “Metode Reading Guide”,
http://elbarir.blogspot.com/2010/04/ metode-readi ng-gui de.html
Darsono, Max, dkk, Belajar dan Pembelajaran, Semarang: IKIP
Semarang Press, 2001.
Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan agama Kristen,
Jakarta: Dirjen Binbaga Kristen, 2001.
Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Ci
pta, 2002.
Farichi, Achmad, dkk, Khazanah Pendidikan Agama Kristen Kelas 5
SD, Bogor: Yudhistira, 2007.
Haryati, Mimin, Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan
Pendidikan, Jakarta: Gaung persada press, 2007.
LKS Mahir, Media anak hebat dan kreatif, Surakarta: Putra
Nugraha, 2010. Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2007. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka
Cipta, 2000.
Masrun, Moh, dkk, Senang Belajar Agama Kristen untuk Sekolah
Dasar Kelas 5, Jakarta: Erlangga, 2007.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Kristen “upaya mengefektifkan
Pendidikan Agama Kristen di sekolah “, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2009 Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2006.
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Jakarta:
Ri neka Ci pta, 2010.
SM, Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Kristen Berbasis
Pendidikan Agama KristenKEM Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif,
Menyenangkan, Semarang: Pustaka Rasail, 2008.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung:
Remaja Rosda Karya, 1991.
Sudjana, Nana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan,
Bandung : Sinar Baru, 1989.
Sukmadi nata, Nana Syaodi h, Landasan Psikologi Proses
Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003.
, Metode Penelitian Pendidikan Bandung: Remaja Rosda Karya,
2010.
Syamsudi n, Abi n, Psikologi Kependidikan, Bandung: Remaja Rosda
Karya, 2000.
Thoha, Chabib dan Abdul Mu’ti, PBM Pendidikan Agama Kristen Di
Sekolah Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Kristen,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Jakarta: Fokus Media, 2006
Zaini, Hisyami, dkk., Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta:
Pustaka Insani Madani, 2000
